FEATURE HEADLINE TERBARU 

Siapa pembunuh aktivis buruh perempuan ini?

Reno Esnir
Kasus-kasus 'lama' muncul kembali ke permukaan. Setelah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menuntut kasus pembunuhan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Safruddin dituntaskan, kini aktivis perempuan menuntut kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah diungkap. Tahun depan, kasus itu sudah kadaluarsa.


Adalah  Perempuan Mahardika, organisasi perempuan yang coba kembali 'membangkitkan' kasus Marsinah. Menurut mereka, kasus pembunuhan di Jawa Timur yang terjadi 19 tahun lalu itu, tidak mendapatkan porsi pengungkapan yang maksimal dari pemerintah. Bahkan, cenderung dilupakan.  Padahal, secara gamblang terbukti ada kekerasan yang diterima Marsinah sebelum Ia dibunuh.

Sebelum meninggal, Marsinah bekerja di sebuah perusahaan pembuat jam, PT Catur Putera Perkasa di Sidoarjo, Jawa Timur. Perempuan berambut ikal ini adalah salah satu aktivis buruh di perusahaannya. Ia juga yang selalu menjadi pentolan dalam demonstrasi buruh yang dilakukan di perusahaan itu.  Termasuk ketika ada pemecatan 13 aktivis serikat pekerja di PT Catur Putera Perkasa. Marsinah berada di garis depan dalam setiap negosiasi dengan perusahaan.

Ketika kasus semakin menghangat, Marsinah dilaporkan hilang, diculik oleh petugas keamanan. Tidak ada yang mengetahui perihal keberadaannya. Hingga pada 8 Mei 1993, buruh perempuan berusia 24 tahun ini  ditemukan tewas di sebuah gubuk di samping sebuah sawah Desa Jegong, Wilangan Nganjuk, satu jam perjalanan dari Sidoarjo.

Perjalanan kasus pembunuhan Marsinah sempat membuat sembilan orang, termasuk personil militer dan Direktur PT Catur Putera Perkasa Yudi Astono, dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana. Namun, Mahkamah Agung (MA) membebaskan mereka pada tahun 1995, karena menganggap bukti-bukti yang dihadirkan di pengadilan tidak memadai.

Keputusan MA itu memicu protes di kalangan aktivis buruh nasional, dan sampai hari ini orang masih mempertanyakan putusan itu. Almarhum Munir adalah salah satu orang yang getol memperjuangkan kasus Marsinah. Tahun depan, tepat 20 tahun umur kasus pembunuhan aktivis penerima Yap Thiam Hien Award itu, adalah batas kadaluarsa kasus. Bila tidak ada pengusutan tuntas di tahun 2012, maka kasus Marsinah dianggap 'selesai'.

Kini, jasad  Marsinah 'beristirahat' di bawah ubin biru dan dinaungi oleh kubah abu-abu, di sebuah kompleks makam Jl. Marsinah,  Desa Sukomoro, Nganjuk (bukan Jombang, seperti disebutkan sebelumnya-red), Jawa Timur. Beberapa bagian makam itu retak, dengan daun-daun kering berserakan di sekitarnya.


Iman D. Nugroho | Reno Esnir | *Antara Foto

1 komentar:

  1. maaf mohon diralat, Mbakyu Marsinah bukan dimakamkan di Jombang seperti yg ditulis tapi dimakamkan di Jl. Marsinah, Ds. Sukomoro, Kab. Nganjuk. terima kasih

    BalasHapus

Sebelumnya